Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Cinta Maya, Sakitnya Nyata

Gambar
Bingung. Entahlah, aku merasa bingung dengan semua yang terjadi dalam kehidupanku dua pekan terakhir ini. Ketika ada seseorang yang mengatakan cintanya padaku. Kami pun akhirnya jadian. Ya, begitulah. Seperti remaja-remaja saat ini yang katanya lebih trend dengan kata pacaran. Aku pun ingin merasakannya. Walaupun pacaranku ini hanya di dunia maya. Namun sungguh, hati tak dapat dibohongi. Walaupun hanya di dunia maya, apapun yang terjadi didalamnya baik suka maupun sedih, ternyata hati ini turut bergetar. Teringat sebuah peristiwa seseorang dahulu yang mengiris tangannya hanya karena diputus oleh tangannya, mungkin hatinya sudah terlalu sakit akan sebuah cinta yang dipilihnya.
Aku senang. Aku bahagia. Aku tak sendiri lagi. Walaupun hanya di maya, namun aku merasa bahwa ini akan segera bertransformasi dalam dunia nyata. Tapi ya, entahlah. Aku tak tahu apa yang terjadi kemudian hari. Aku pun tak tahu bagaimana cerita akhir dari kisah cinta yang mampu membuatku tersenyum ini. Kini, yang ak…

Rintihan Hati yang Terluka

Gambar
Ini tentang sebuah rasa. Rasa yang tak pernah direncanakan. Rasa yang tak pernah diinginkan. Rasa yang tak pernah diusulkan untuk hadir. Rasa yang tak pernah dibiarkan untuk tumbuh hingga menyakiti. Rasa yang sungguh sebenarnya aku tak ingin merasakannya hingga saatnya tiba. Rasa yang, ah pasti selalu membuatku mengeluarkan air mata.
Rasa apakah itu kawan? Sebuah rasa yang harus dijaga kesuciannya untuk seseorang yang berhak. Tapi, aku merasa hatiku telah terintimidasi. Telah kotor. Tak tahu diri. Ah, ya Allah. Aku merasa sangat bersalah kepada seseorang yang akan menjadi imamku nanti.
Izinkanlah saat ini aku berbicara dengan seseorang yang insya Allah akan menjadi pemimpinku kelak,
“Cinta, maafkan aku. Sungguh aku tak pandai menjaga hati hingga pertemuan kita. Sungguh aku terlena dengan cinta dunia sebelum Allah menyatukan cinta. Maafkan aku, cinta. Sungguh sebenarnya aku tak ingin semua ini terjadi. Tapi entahlah, semua ini terjadi begitu saja. Aku tahu, dengan keadaanku seperti ini, …

Langit Tak Selamanya Biru

Gambar
Engkaulah minyak atar Meskipun masih tersimpan Dalam kuntum yang akan mekar (Iqbal, Javid Nama)
Buku bertajuk cinta. Ah, buku itu begitu menarik hatiku. Apakah mungkin karena aku yang tengah dilanda cinta, ataukah aku yang sangat ingin mengerti hakikat dan makna cinta, dan mampu mendefinisikannya secara tertata. Ataukah aku yang ingin memiliki cinta dan memaknainya sebagai kata kerja, bukan kata benda, ataukah, aku yang sangat ingin menjadi pemuja cintadalam bingkai cinta kepada-Nya? Mungkin aku perlu meminta fatwa pada hatiku, hingga nampaklah apa yang ada dalam hati dan fikiranku. Tapi sepertinya, semua itu adalah benar adanya. Tak pelak lagi, buku “Jalan Cinta Para Pejuang”, karya Salim A. Fillah, menjadi bukufavorit yang menempati posisi wahid. 
Cinta, sebuah kata kerja. Begitu Salim A. Fillah menorehkan tinta hitamnya pada salah satu lembar buku “Jalan Cinta Para Pejuang.” “Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah…

Proposal Nikah

Gambar
sumber: http://www.dudung.net/artikel-islami/proposal-nikah.html

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman :

"Janganlah kalian mendekati zina, kar…

Dedicated for my "Cin"

Gambar
Hari ini, aku memulai hariku dan mengakhiri hariku dengan tetesan air mata. Bukan karena aku dilanda masalah, sama sekali tidak. Tapi air mata ini karena seseorang yang aku sayangi seperti sahabat dan saudaraku sendiri. Walau aku mengenalnya hanya melalui dunia maya, tapi aku sudah merasa sangat dekat dengan dirinya. Ya Allah, jaga dia. Berikan selalu yang terbaik untuk dirinya.
Aku mengenalnya sekitar lima bulan yang lalu. Kala itu dia dengan polosnya masuk dalam sebuah room chatting. Dia begitu polos. Entah bagaimana dulu awalnya kedekatan itu terjalin, hingga dia mau menceritakan semua hal tentang dirinya padaku. Bukan, bukan tentang dirinya. Tapi tentang orang-orang yang ada di sekitarnya. Tak sekalipun dia berbicara tentang dirinya pribadi. Kalaupun dia bicara tentang dirinya, hanya beberapa penggal saja. Tak pernah dia mengeluh akan kehidupannya. Walaupun keluarganya tidak dapat dikatakan ideal, tapi dia selalu mampu tersenyum dalam dukanya.
Kini setelah beberapa bulan berlalu, d…

Satu Langkah Menuju Gerbang

Gambar
I just want to share..
Entah... Akhir-akhir ini banyak sekali sahabat, saudara, tetangga, dan orang lain yang menggenapkan agamanya. Menyempurnakan kehidupan yang sebelumnya terpisah, kini menjadi satu dan insya Allah tak akan terpisah. Sungguh semua itu terasa indah. Kehidupan pun akan menjadi sangat berbeda. Dulu yang semua dilakukan sendiri, kini ada seseorang yang senantiasa menemani. Dulu kalau mau pergi hanya berpamitan kepada orang tua, kini ada seseorang yang harus tahu kemanapun kita pergi. Indah? Ya, sangat indah bahkan. Aku mampu merasakan itu semua. Meski sekarang hanya ku rasakan dalam angan.
Wanita mana yang sekarang bila ditanya, dia tak menganggukkan kepala? Pasti semua mengiyakan, karena semua ingin menikah. Semua ingin memiliki teman, seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya. Seseorang yang lebih dari seorang sahabat. Seseorang yang lebih dari seorang kawan bercengkrama. Tapi seseorang yang akan menjadi segalanya buat kita. Aku pun begitu. Semua wanita pasti ingi…

Ketika Aku Tak Mengenali Lagi Siapa Diriku Kini

Gambar
Ya Allah
Dari lubuk hatiku yang terdalam
Sungguh aku ingin meminta maaf kepadaMu
Atas semua dosa yang aku lakukan
Baik secara sengaja maupun tak sengaja

Ya Rabb, beberapa hari terakhir, aku seakan kembali ke dalam lubang hitam yang menjeratku untuk melupakanMu. Aku tersesat pada persimpangan hidup yang ku rasa sangat berat. Aku ingin bangkit, tapi rasanya sulit, sangat sulit. Aku bagaikan berada di sebuah hutan tanpa penerangan bulanMu sama sekali. Gelap, pekat. Aku merasakan semua itu dengan kesadaran yang penuh. Bahkan mungkin aku mengukir dosa itu dengan sengaja. Namun aku sendiri pun tak mengerti apa yang menyebabkan diriku membiarkan dibelenggu oleh sebuah kesenangan semu yang nanti akan aku pertanggungjawabkan di akhirat. Seakan aku tak mampu mengenali diriku sendiri. Astaghfirullah.

Aku selalu menjadikan sesuatu yang lain sebagai kambing hitam atas keterjerumusanku tersebut. Padahal aku harusnya sadar, itu karena diriku sendiri. Tak pantas aku menyalahkan orang lain untuk berta…

Sesuatuuuu..... *Hwahahaha

Gambar
Kali ini aku ingin berbagi tentang sesuatu
Sesuatu yang mampu membuatku tertawa
Sesuatu yang sangat ampuh pula membuatku menangis
Pokoknya sesuatu
^_^

*Diiringi lagunya Syahrini…. SESUATU

Sesuatu, yang awalnya membuatku sangat bahagia. Walau aku menyadarinya setelah tiga tahun berlalu. Sesuatu tersebut membuat hidupku berubah, sangat drastis. Kadang aku tersenyum sendiri. Kadang pula aku tersipu malu dalam kesendirianku. Tersipu membayangkan sesuatu yang terjadi denganku saat itu. Suatu kebersamaan yang sangat berharga dan tak akan terlupakan, walau aku sendiri ingin melupakannya.

Namun setelah kesadaranku benar-benar 100% merasakan sesuatu tersebut, perlahan perasaan bersalah menelusup dalam relung hatiku. Hal ini bagaikan duri yang menusuk daging, sakitnya tak terasa namun sangat membekas di kemudian hari. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku pun memutuskan terhadap sesuatu yang aku rasakan tersebut. Hingga pada akhirnya, semua kedamaian itu berlalu. Semua senyum itu sirna d…