Dedicated for my "Cin"


Uhibbuki fillah cin... Always.... Forever and ever.... Wishes d'best for you.....


Hari ini, aku memulai hariku dan mengakhiri hariku dengan tetesan air mata. Bukan karena aku dilanda masalah, sama sekali tidak. Tapi air mata ini karena seseorang yang aku sayangi seperti sahabat dan saudaraku sendiri. Walau aku mengenalnya hanya melalui dunia maya, tapi aku sudah merasa sangat dekat dengan dirinya. Ya Allah, jaga dia. Berikan selalu yang terbaik untuk dirinya.

Aku mengenalnya sekitar lima bulan yang lalu. Kala itu dia dengan polosnya masuk dalam sebuah room chatting. Dia begitu polos. Entah bagaimana dulu awalnya kedekatan itu terjalin, hingga dia mau menceritakan semua hal tentang dirinya padaku. Bukan, bukan tentang dirinya. Tapi tentang orang-orang yang ada di sekitarnya. Tak sekalipun dia berbicara tentang dirinya pribadi. Kalaupun dia bicara tentang dirinya, hanya beberapa penggal saja. Tak pernah dia mengeluh akan kehidupannya. Walaupun keluarganya tidak dapat dikatakan ideal, tapi dia selalu mampu tersenyum dalam dukanya.

Kini setelah beberapa bulan berlalu, dia jarang sekali masuk room itu. Aku mulai mencari-cari sosoknya. Aku mulai menyelidiki facebook nya. Aku sangat kaget, ternyata di akhir nama akun fbnya, dia menambahkan “Ingin Mati dalam Khusnul Khotimah”. Awal melihat kata-kata itu, hatiku bergetar. Apa yang sesungguhnya terjadi dengan sahabatku. Aku pun mulai memperhatikan seluruh statusnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengirim pesan ke fb nya. Balasan yang aku terima cukup lama, hampir dua hari. Tapi dia tak mau bercerita. Dia hanya menjawab,

“Memang masih ada yang perhatian sama aku cin? Biarlah beban ini kan ku tanggung sendiri.”

Astaghfirullah. Hati ini menangis. Mungkin aku memang tak pantas menjadi sahabat dia. Aku tak ada di saat dia membutuhkan seseorang untuk selalu berada di sampingnya. Aku tak menyempatkan waktu untuk bertemu dengan dirinya, padahal kesempatan itu ada. Dia yang tinggal di Bekasi, bertandang ke Sidoarjo untuk menjenguk mamanya. Tapi aku tak bisa menyisihkan waktu sedikit saja untuk dirinya. Maafin aku ya cin.

Cin, kata itu mengandung makna yang cukup banyak. Dia memanggilku dengan sebutan itu, begitu pun sebaliknya. Sekarang, aku rindu kata-kata itu dari dirinya. Aku rindu. Sungguh aku sangat kehilangan sosoknya.

*teruntuk sahabatku yang sedang berjuang melawan penyakitnya

Cin, kamu harus tahu
Akan ada seseorang yang senantiasa mencintaimu apa adanya
Mencintai sebagai seorang sahabat
Bahkan lebih dari sahabat
Dia mencintaimu seperti saudaramu sendiri
Doanya akan selalu mengiringi langkahmu cin
Semoga Allah senantiasa memberi yang terbaik untukmu

Mizz u cinta... miss a lot....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Mutiara tentang Pernikahan

Sakitnya Hati Ketika Tak Dipercaya

Pantun Pernikahan...