Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Lagi, Lagi, dan Lagi...

Gambar
Ya Allah……
Lagi-lagi aku dihadapkan pada sebuah pilihan. Entah kenapa, dari dulu, memilih adalah hal yang paling aku hindari. Bukan karena aku tak menyukainya, tapi lebih karena aku belum berani untuk mengambil sebuah keputusan dengan keyakinan lebih. Entahlah, dari dulu, aku selalu lemah dalam hal yang satu ini. Dalam setiap perjalanan hidupku ketika aku harus memilih, aku selalu meminta pendapat orang lain. Pendapat Allah pun iya. Tapi, entah kenapa pula akhir-akhir ini aku merasa hatiku kotor. Aku merasa jauh dari Allah, hingga aku tak mampu membedakan mana bisikanNya dan mana bisikan setan. 
Ya Rabb, sungguh aku merasa, akhir-akhir ini aku bukanlah hamba yang baik. Aku bukanlah hamba yang patut Engkau sayang, tapi ternyata kasih sayangMu selalu ada untukku. Ketika aku pulang malam kemarin, Engkau menjagaku dengan penuh kasih sayang selama perjalanan. Tak ada halangan yang menimpaku selama perjalanan. Ketika aku meminta Engkau bangunkan sebelum jam 6, dari alam bawah sadarku Engkau…

Sahabat dan Cinta part II

Gambar
Menyambung edisi sebelumnya…

Tentang sahabat dan cinta. Dalam episode kali ini, aku akan mencoba untuk merangkai kedua kata itu dengan pendapatku sendiri. Tulisan ini duniaku, jadi ketika Anda merasa saya salah, mungkin memang pendapat kita berbeda. Bukankah perbedaan itu yang akan menjadi pelangi dalam kehidupan kita? Hambar hidup tanpa pelangi, sehambar sayur tanpa garam yang asin.

==============================

Sahabat dan cinta, dua kata yang selama ini mampu membuat aku menangis. Ralat, bukan selama ini, karena sungguh akhir-akhir ini aku tak pernah memikirkan kedua kata itu secara bersamaan. Akhir-akhir ini aku hanya memikirkan sahabat, tepatnya lima orang sahabat dalam kehidupanku. Mereka semua pun terpisah. Tiga orang di Surabaya, satu orang di Majalengka, dan satu orang nomaden antara Surabaya dan Tulungagung (hahahaha… peace ya yang aku maksudkan disini).

Dua kata yang dahsyat itu pernah aku pikirkan secara bersamaan hingga tetesan air mataku sudah tak mampu dibendung lagi. …

TETESAN itu....

Gambar
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengekspresikan apa yang sedang dirasa. Menangis, tertawa, berteriak, tidur, menyendiri, dan masih banyak lagi, adalah kegiatan yang tidak sadar sering kita lakukan ketika kita sedang merasakan kondisi tertentu dalam hidup kita. Untuk kali ini, aku ingin menitikberatkan pada kondisi ketika kita mendapatkan masalah.

Masalah akan selalu datang sepaket dengan solusinya. Itu yang diyakini oleh orang-orang yang optimis, percaya kepada Allah, dan orang-orang yang menikmati hidup. Namun dalam praktiknya, manusia akan berada pada satu titik jenuh yang mengakibatkan dirinya harus berekspresi terhadap masalah yang sedang dihadapinya. Contohnya aku sendiri, ekspresi yang sering lakukan adalah: menangis dan menulis. Terkadang dua kegiatan ini sering aku lakukan secara bersamaan. Setelah itu, hati ini rasanya agak sedikit ringan.


Akan tetapi, kebodohan yang aku lakukan baru-baru ini adalah, menangis tanpa menulis. Hambar rasanya. Bahkan aku tak merasakan apap…