Bekerja Bekerja Bekerja.... Haha

Itukah proses hidup kita? Sekarang berada di manakah kita? Semoga di level tengah yaitu bekerja dalam rangka beribadah...

Bekerja, satu kata beribu makna. Ada yang memaknai pekerjaan sebagai sesuatu yang menghasilkan uang. Ada yang memaknai pekerjaan sebagai sesuatu untuk menghabiskan waktu. Ada pula yang memaknainya sebagai tempat berinteraksi, tempat belajar, tempat mencari jodoh, dan masih banyak lagi. Namun hanya sedikit orang yang memaknai pekerjaan sebagai ibadah. 

Penjabaran tentang memaknai pekerjaan sebagai ibadah, akan aku bahas menurut sudut pandangku sendiri. Sudut pandang seorang pekerja yang masih harus banyak belajar. Sudut pandang seorang hamba Allah yang penuh dengan lumuran dosa namun ingin tetap beribadah. 

Bekerja adalah sebuah aktivitas rutin yang akan dilakukan seseorang dengan tujuan individu yang berbeda-beda. Bekerja dinilai ibadah jika kita bekerja ikhlas hanya mengharap ridlo dan rahmat Allah karena kita telah membantu orang lain, berinteraksi dengan orang lain, dan yang pasti tetap harus menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba. Bekerja bukan hanya untuk mencari uang. Apakah kita bisa hidup hanya dengan uang? Tidakkah kita membutuhkan orang lain? Terutama, tidakkah kita membutuhkan Allah dalam kehidupan kita? Tanyakan pada diri kita masing-masing tentang pertanyaan beruntun tadi.

Dalam setiap aktivitas bekerja yang kita lakukan, apakah kita sudah tetap beribadah? Apakah kita bisa sholat tepat waktu? Apakah bisa berjamaah? Apakah kalian bisa membaca Al-Qur’an? Ah untuk yang terakhir, mungkin itu pertanyaan yang paling mengena di hati sebagian orang, termasuk aku pribadi. Rasulullah mencontohkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an itu minimal adalah 3 hari dan maksimal 1 bulan, itu sunnah. Tapi kita? Butuh berapa lama untuk mengkhatamkan Al-Qur’an? Aku sendiri saja, paling baru dua bulanan. Satu bulan pernah, kalo iman berada di puncak. Astaghfirullah, tidak sebanding dengan buku-buku novel atau apapun yang kita baca. Kalau begini, jadi ingat sebuah puisi yang berjudul “Ketika Al-Qur’an Bisa Berbicara”. Ya Allah, maafkan hamba….. 

Niatkan bekerja untuk beribadah kepada Allah. Bukankah ada sebuah pernyataan yang mengatakan, “Bekerjalah seakan kau hidup selamanya, namun beribadahlah seakan kau esok akan mati”. Jadi ketika kita bekerja dalam rangka beribadah kepada Allah, kita akan mendapatkan banyak manfat di dalamnya. Pekerjaan lancer dan kehidupan pun akan lebih berwarna.

Ketika kita memikirkan tentang sedikitnya gaji, tidak adanya jenjang karir, pekerjaan yang sulit, pekerjaan yang membosankan, atau apapun itu yang berkonotasi negatif. Segeralah beristighfar dan lihat orang-orang di sekitar kalian. Banyak dari teman kalian yang sama-sama lulusan sarjana, namun masih menganggur. Banyak dari teman kalian yang merantau jauh dari rumah, hanya karena ingin memperbesar gaji dan mengejar karir. Lihat ke bawah! Lihat ke sekitar kalian! Dengan begitu kalian akan merasa, bahwa kalian perlu belajar lagi tentang arti sebuah kesyukuran.

Mari tata niat kita dari awal. Jadikan aktivitas bekerja kita sebagai salah satu sarana untuk beribadah. Jadikan aktivitas bekerja kita lebih bermakna dan kita akan semakin menikmatinya. Bukankah Allah mengatakan bahwa Dia akan menambah kenikmatan bagi orang-orang yang bersyukur dan akan menambah beban bagi orang-orang yang kufur???

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan????

*Ketika kalian bersabar untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang kalian inginkan, teruslah berpikir positif, maka Allah akan datang kepadamu dengan tersenyum dan memberikan semua yang kau inginkan
SEMANGATTTTTT....

dedicated for my friends....

Semoga yang belum bekerja, segera mendapatkan pekerjaan... Aamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Mutiara tentang Pernikahan

Sakitnya Hati Ketika Tak Dipercaya

Izinkan Aku Sejenak Beristirahat Menikmati Jurang Kehancuran