Ketika Mimpi Menabrak Realita

Bantu hamba pergi jauh dari sini ya Rabb

‎...111011...
sBulan Lg Ya Rabb...
Dlm kheningan aQ mNgadu padaMu bHrap diri yg Fakir ini ikhlas mLepaskn smuanya...mNyadari smua adL Realitas...kNyataan bukan mimPi beLaka...


Sebuah status seorang sahabat tentang kehilangan. Mungkin apa yang dirasakannya sama dengan apa yang aku rasakan. Tapi aku tak mampu untuk mengungkapkan dan mengekspresikan yang aku rasakan, meski lewat facebook. Disini, biarlah disini aku akan menceritakan semua yang aku rasakan. Biarlah hanya disini aku dengan perasaan yang bebas mampu mengungkapkan semua yang aku rasa. Aku tak tahu siapa saja yang akan membaca kisahku ini. Aku hanya perlu mengetahui bahwa dia telah pergi dan tak pantas lagi untuk diharapkan kembali.

Aku masih saja mengingat semua yang aku rasa. Semua itu berawal dari perjalananku berangkat ke Bale Kambang. Di situlah awal segala kehancuran hati yang aku rasakan kini. Namun aku tahu bahwa mungkin inilah yang terbaik. Tak mungkin ketika dia memilih salah satu diantara kami, aku yakin inilah keputusan Allah. Masih segar dalam ingatanku ketika dia selalu membantuku dalam setiap masalah di kehidupanku. Masih segar dalam ingatanku ketika kami saling berkirim sms menanyakan kabar walau juga sering saling cerita tentang apa yang dilakukan hari itu. Sering pula aku marah padanya, namun dia tak menyadari itu. Namun itu semua akan menjadi sebuah kenangan yang aku harap bukanlah kenangan indah. Aku sungguh berharap bahwa itu hanyalah kenangan terburuk yang akan aku lupakan sepanjang jalan kehidupanku kelak. Memang tak mudah, namun aku harus bisa. Aku relakan dia untuknya, karena dia memang bukan milikku. Aku ikhlasakan dia untuknya walau pasti berat yang aku rasa.

Aku tahu pasti bahwa hanya Allah yang gak akan pernah ninggalin aku sendirian. Aku tahu pasti masih banyak keluarga, saudara, dan sahabat yang akan selalu mendampingi dan menyayangiku. Aku tahu pasti bahwa Allah akan segera mengirimkan seseorang yang lebih baik dari dirinya untukku, kini aku hanya bisa berusaha terus memperbaiki diri. Aku tahu pasti bahwa ini yang terbaik.

Sebulan lagi Allah akan menghalalkan cinta yang tumbuh diantara mereka. Sebulan lagi segenap insan akan merasakan bahagia melihat bersatunya dua manusia yang saling memadu kasih. Sebulan lagi akan ada dua keluarga bersatu membentuk keluarga besar yang lebih baik. Sebulan lagi rasa rindu yang selama ini ku pendam akan menjadi haram di mataNya. Sebulan lagi aku harus berbesar hati menerima kekalahan dalam salah satu perjalanan hidupku. Sebulan lagi aku akan melihat dua insan yang akan tersenyum bahagia. Namun dibalik itu semua, disini, ada hati yang terluka. Ada hati yang tersayat sembilu yang selalu ditemani dengan tangisan air mata. Ada jiwa yang rapuh melihat semua kebahagiaan itu.

Ya Rabb, aku mohon keikhlasan. Aku mohon kekuatan. Aku mohon bawa aku keluar dari sini sebelum hari itu tiba. Aku mohon ya Allah. Sungguh aku tak bisa melihatnya. Bukannya aku syirik, namun aku belum bisa menerima kenyataan pahit ini. Aku tahu memenuhi undangan itu kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya. Tapi aku mohon, tidak untuk undangan yang satu ini. Aku masih belum siap.

131011 dengan air mata menetes yang tak tertahankan

Ya Rabb, kuatkan hamba....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Mutiara tentang Pernikahan

Sakitnya Hati Ketika Tak Dipercaya

Pantun Pernikahan...